7/4/09
kemarin malam sekitar jam 8.30 kimberly badannya tiba2 panas sampai 38,1, sebelumnya memang terasa agak sedikit demam sekitar 37, terutama tenggorokan yang agak hangat. Padahal malam itu kimberly masih kelihatan segar, masih bisa nyanyi dan lompat2, lalu malamnya sebelum tidur diberi obat penurun panas (temra) dan katanya tengah malam tidurnya agak gelisah.
8/4/09
Paginya di temp 38+ , jam 7 minum temra lagi, rencananya mau dibawa ke dokter Arya di HCOS jam 10.00 pagi, semoga saja tidak apa2, dugaan sementara sepertinya radang tenggorokan karena perpindahan cuaca ke musim panas (pancaroba), soalnya akhir2 ini kimberly juga tidak makan apa2, dugaan papa kemungkinan gara2 makan es krim (walls cup rasa hazelnut) yg terlalu manis, soalnya setelah makan es mamanya juga merasa tenggorokannya agak tidak enak, tapi untungnya papanya tidak apa2, mungkin pada waktu itu kondisi kimberly tidak fit.
Ternyata kata dokter setelah dilihat tenggorokannnya ada bercak putih-putih 2 biji di dekat amandelnya. Dia bilang kimberly terkena infeksi tenggorokan difteri. Penyakit ini sebenarnya sudah ada vaksinnya namanya DPT, herannya kimberly sudah di vaksin DPT bahkan sampai komplit 3x dan yang terbagus beserta ulangannya pada waktu 1.5 tahun. Tapi tetap saja masih bisa kena, dokter tidak bisa menjawab kenapa kok masih bisa kena.
Akhirnya dokter memberikan antibiotik zithromax dalam waktu 3 hari, hari jumat besok kontrol lagi mau dilihat apakah tambah parah atau mendingan, kalau seandainya tidak ada kemajuan disarankan opname, karena antibiotik suntik jauh lebih manjur daripada obat rawat jalan.
Setelah pulang dari dokter sekitar jam 13.00 kimberly langsung minum temra + antibitiknya, badan tetap panas terus, diminumi obat panas cuma turun sedikit, tetap 38C (makan bakwan)
jam 17.30 tidak mau mkan, cuma minum susu, lalu minum panadol+novalgin, turun sampe 37.8C
jam 21.00 minum panadol+novalgin lagi
9/4/09
jam 1.30 pagi, anas lagi sampai punggung belakang menggigil (sambil tidur meluk guling), lalu diangunkan dan diberi temra (nangis bukan main). setelah itu tidak bisa tidur sampai jam 4 baru bisa tidur, panas turun sampe 37C (jam 5 an)
jam 6.00 panas 37.5C
jam 7.30 panas 39C, diberi tempra lagi
jam 11.30 minum antibiotik sebelum tidur siang
jam 12.30 panas 39C, diberi tempra lagi. Jam 1 an kimberly tiba2 bangun minta eek (mencret), kemungkinan ini efek dari antibiotiknya (info ini didapatkan dari medicastore.com)
jam 13.30 akhirnya turun drastis jadi 37.5C, semoga saja obatnya bekerja dan jarak panasnya semakin panjang
Sore jam 4.30 kimberly kembali panas sampai 39.7C, akhirnya kita putuskan u/ ke dokter sekarang.
Kata dokter sebaiknya opname sebab setelah dilihat tenggorokannya putihnya tambah besar dan nglintek, kemungkinan antibiotiknya tidak cocok tp tetap hrs dihabiskan. Dan tidak tahu kenapa tiba2 dokter kemungkinan terkena difteri cuma 1%, padahal kemarinnya dia bilang kalau ini penyakit difteri
Setelah sampai di RS HCOS, pesan kamar adanya VIP dewasa dgn no kamar 105, lalu diwawancarai riwayatnya, setelah nunggu beberapa saat kimberly dibawa keruang lain untuk penyuntikan sekalian diambil darah. Pertamanya disuntik di tangan kiri, krn kimberly terlalu tegang maka darah yg mau diambil tdk mau keluar. Akhirnya ganti disuntik yg sebelah kanan (waktu prosesnya, kimberly nangisnya bukan main, selama ini dia tdk pernah merasa sesakit ini, sampai setelah suntikpun rasanya dia trauma, semua makan minum tidak mau, cuma untungnya mau minum susu krn perut hrs diisi buat minum obat, cuma minumnya lama sekali mungkin tenggorakannya sakit buat nelan)
Setelah disuntik, diberi antibiotik lewat suntikkannya itu spt diinfus, setelah habis, diberi obat sirup buat penahan nyeri dan penurun panas. Lalu tiba2 kimberly minta eek, mencret dan kentut, tp setelah itu enakan perutnya mengecil tidak spt sebelumnya yg kembung
Tapi herannya setelah sampai di RS kimberly sudah ngga terlalu panas, apalagi setelah diberi antibiotik panasnya jg sdh reda
Hari ini yg jenguk kimberly
- sukme rosa, suk2 ronny
- bobo kung2 dan 3 kucienya
Akhirnya kimberly bisa tidur sekitar jam 9 malam ditidurkan oleh bobonya.
Sekitar jam 11.30 malam kimberly bangun pipis dan keringat di kepala, punggung banyak sekali, mestinya mau digantiin baju cuma dianya yg tidak mau.
10/04/09
Jam 2 pagi kembali dikasih antiiotik lewat suntik (kimberly sdh tidur). Cara hitungan pemakaian antibiotiknya hari pertama disuntikkan tiap 6 jam sekali selama 3x, hari ke 2 tiap 8 jam sekali, dan hari ke 3 juga tiap 8 jam sekali
Paginya sekitar jam 6.30 kimberly bangun dan tidak mau minum susu jg tidak mau makan, cuma maunya minum air putih 1 gelas, padahal biasanya bangun pagi paling susah minum air putih.
Jam 7 pagi lukanya dikultur, disuruh buka mulut lalu dimasukkan spt cutton bud untuk ngambil nanahnya.
Lalu hasil dari periksa darah kemarin katanya trombonya normal cuma radangnya tinggi, normalnya 3 kimberly 60 dgn status high risk
Jam 7.30 kimberly diberi obat panas lagi, memang pagi ini panasnya 38.7 pakai temp ketiak
Jam 8 pagi dikasih lagi antibiotiknya
Jam 10.30 dokter arya datang dan diperiksa putih2nya sudah mulai pudar kemerah mudaan, dan kata dokter apa mau diinfus soalnya katanya ngga mau makan, tp untungnya waktu dokter dtg kimberly sudah mau makan soalnya ditontonin dvd dora pakai laptopnya suk2 ronny.
Jam 11.30 dikasih obat panas lagi padahal panasnya di temp telinga 36.7, pakai temp telinganya sendiri 37.5
Jam 12.30 siang kimberly sudah tidur sambil dikasih susu, pertamanya dinyot trus tidak mau.
Jam 14.30 kimberly bangun, dikasih makanannya RS mau makan
Jam 16.30 dikasih antibiotik lagi semestinya juga dikasih obat panas tapi kimberly sudah tidak panas jadi kita minta ngga usah dikasih obat panas
Sekitar jam 18.00 kimberly dikasih makan, supnya habis 1 mangkok sama nasi team separuh, malamnya sebelum tidur juga minum susu 120 cc. Sudah mulai enakan, spt sudah sehat beneran, semoga saja sabtu bisa pulang dan sptnya kerasan di RS cuma kalau suster datang selalu bilang “sama mama” dgn nada takut kadang nangis.
Hari ini yg jenguk kimmie
- Paginya suk2 ronny dan sukme rossa
- Lalu botai dan kungtai
- Siangnya nyama, iik fang2, iik fangmey yong2.
- Sorenya kuku vivi dan kujong rudy
- Malamnya mak cu, suk2 huajiang
11/04/09
00.00 kimberly diberi antibiotik lagi.
- Malam ini tidurnya krg nyenyak tiap saat mulai dr jam 2 – 4 tiba2 nangis, rasanya mimpi. Setelah itu sudah ngga
Jam 8.00 dikasih antibiotik lagi
- Sudah mau makan pagi, makan makanannya RS
Jam 9.00 dokternya visit, dari hasil labnya ditunjukkan kalau adanya radang yg tinggi (60) tp tidak menunjukkan difteri dan masih blm tahu pulangnya kapan, katanya kalau ngga besok ya lusanya.
Jam 15.30 dikasih antibiotik yg ke 7x nya, dan sebelumnya zithromaxnya dihabiskan (antibiotik yg lama)
Yang lucu lagi, sekarang kalau kimberly ditanyai mau disini atau pulang, dia jawabnya “disini” Dan juga hari ini kimberly sudah ngga takut sama susternya, cuma kalau sama dokter masih takut. Sudah mulai berani jalan2 keliling RS cuma ngga berani terlalu jauh dari kamar, juga ngga berani terlalu lama.
Hari ini yg jenguk kimmie
- Adai, yibo
- Lalu bobo kung2, 3 kujie
- Trus botai kungtai tapi waktu itu kimmie lagi tidur
12/04/09
Jam 00.00 dikasih antibiotik lagi yg ke 8
Jam 8 pagi dikasih antibiotiknya lagi yg ke 9
Jam 10.30 dokter dtg bilang boleh pulang, cuma krn antibiotiknya belum selesai, sama dokter diganti puyer buat lanjutin dirumah. Dan hari selasa katanya kontrol lagi
Jam 1.00pm akhirnya check out
Ada beberapa foto yang diambil waktu kimberly sudah mulai membaik:

















